Berpacu Kegiatan Pembangunan Kampung Melalui Dana Desa Tahap 3 (Akhir) Tahun 2018

Kabar Desa Penggunaan Dana Desa

Mekarjaya.desa.id |23 Oktober 2018| Akhirnya Dana Desa tahap 3 atau tahap terakhir turun di pertengahan bulan Oktober 2018, mengingat akhir tahun 2018 tinggal kurang dari 3 bulan, maka segenap aparatur kampung mekar jaya segera membahas rencana pembangunan yang akan di realisasikan di tahap ke-3 ini perencanaan meliputi pembelanjaan material bangunan dan mencari tenaga kerja, alhamdulillah untuk belanja material karena telah memiliki langganan dan juga salah satu warga juga buka toko bangunan maka tidak ada masalah untuk pengadaan material. Namun untuk tenaga kerja yang sedikit ada kendala mengingat berbarengan dengan program bedah rumah (Pengadaan Perumahan Berbasis Swadaya) dari Kementerian PU.

Kegiatan padat karya tunai pengurugkan badan jalan atau pembereman aspal jalan poros

Dalam tahap awal 2 kegiatan pembangunan yang sedang dalam proses pengerjaan yakni pengurugkan badan jalan poros (pembereman) mengingat aspal jalan poros yang hanya 3 meter lebarnya ketika di gunakan mobil berpapasan akan mengalami kesulitan hal ini karena ketinggian aspal dan badan jalan lumayan dalam rata-rata antara 10-20cm bahkan di beberapa titik ada yang mencapai diatas 30cm. Pengerjaan tersebut menggunakan sistem padat karya tunai sesuai aturan yang berlaku salah satunya untuk penyerapan tenaga kerja lokal yang pada akhir–akhir ini ekonomi masyarakat sedang terpuruk sebagai imbas komoditi karet yang menjadi sumber pendapatan utama warga harganya tidak bersahabat di tambah kebutuhan masyarakat melambung sebagai efek naiknya BBM dan tarif dasar listrik.

Jahitan pemasangan batu drainase di wilayah RT.01/03 dalam kondisi 20%

Selain alasan keterbatasan tenaga tukang juga 2 kegiatan itu sulit dilaksanakan jika sudah memasuki musim penghujan. Untuk penimbunan tidak ada target panjang, namun menyesuaikan anggaran yang ada karena menggunakan tenaga manusia tentunya kondisi tanah urug yang di ambil dari pembentukan parit sebagai drainase tentunya selain terbatas juga lumayan jauh karena sebagian warga telah memasang drainase permanen. Target utama dalam kegiatan ini adalah minimal kendaraan yang berpapasan lancar dan aman serta perbaikan drainase agar di musim penghujan saluran air dapat lancar sehingga di harapkan aspal juga akan dapat lebih awet karena kanan kiri terjaga oleh tanah hingga tidak mudah tergerus air hujan.

Kegiatan pemasangan batu drainase di wilayah RT.01/03 dalam kondisi 50%

Untuk drainase batu anggaran di tahap 3 ini sepanjang 138 meter dengan lokasi terbagi di 2 titik yaitu 60 meter di wilayah RT.01/03 dan 78 meter di wilayah RT.02/03 atau depan Balai Desa dengan volume ketebalan takut 20 cm lebar bawah 40 cm dan lebar atas 60 cm. Untuk drainase wilayah RT.01/03 sudah 90% sedang wilayah balai desa baru 20%

Kegiatan pemasangan batu drainase di wilayah RT.01/03 dalam kondisi 90%

Dalam pelaksanaan di lapangan ada sedikit kendala mengingat gorong2 yang telah jadi sekarang ini dalam kondisi menggantung karena kedalam drainase cukup dalam sedang dalam pengerjaan tidak mungkin mengurangi spesifikasi yang direncanakan, karena bisa jadi itu akan menjadi temuan kedepannya oleh karenanya terpaksa sebagian ketinggian drainase disamakan dengan tinggi aspal hal ini kedepannya tentunya aliran air dari jalan yang akan masuk ke dtaidrai kurang lancar, namun hal itu terpaksa tetap dilaksanakan agar tidak mengurangi volume spesifikasi yang ada di Rab bangunan.

Kegiatan pemasangan batu drainase di wilayah RT.02/03 dalam kondisi 10%
Kegiatan pemasangan batu drainase di wilayah RT.02/03 dalam kondisi 20%
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan