Budidaya Jagung Sebagai Alternative Merosotnya Komoditi Getah Karet

Jpeg

Mekar Jaya, 30 Desember 2017 : Melemahnya harga komoditi Lateks atau getah karet selama kurun waktu 3 sampai 4 tahun terakhir membuat pertumbuhan ekonomi di Kampung Mekar Jaya khususnya dan Kabupaten Tulang Bawang pada umumnya mengalami penurunan yang signifikan hal ini karena mayoritas masyarkat berpenghasilan utama dari karet.

Hal ini di per parah lagi dengan gaya hidup masyarakat yang konsumtif dan jam kerja yang minim hanya kerja setengah hari dan sisanya untuk santai/nganggur karena pekerjaan pekebun karet memang demikian dan jarang yang mencari pekerjaan sampingan. Dengan merosotnya harga karet hampir bahkan pernah lebih setengah harga normal membuat para petani kelabakan ada yang karet biasanya di kerjakan dengan pembagian sepertiga sekarang setengahnya itupun pekerja masih banyak yang menolak atau kalau tidak menolak membohongi pemilik karet baik timbangan atau tidak menyetorkan hasilnya.

Kondisi ini membuat sebahagian pekebun karet frustasi hingga kebun karetnya banyak yang di tebang cuma-cuma batang karet di berikan yang penting ladang di bersihkan karena harga batang karetpun ikut tidak ada harganya, sehingga pengolahan lahan dengan cara di bakar  menjadi satu-satunya alternative pembukaan lahan yang paling ekonomis walaupun tentunya hal ini akan membuat pencemaran udara.

Tanaman jagung umur sekitar 7 – 10 hari setelah penyiangan

Setelah sebahagian besar perkebunan karet di bongkar pilihan pertama masyarakat adalah berbudaya ubi kayu karena awalnya harganya cukup menjanjikan dan biaya perawatan yang ringan serta pekerjaan yang ringan pula, menjelang panen warga masyarakat kembali dihadapkan pada kenyataan harga ubi kayu secara berangsur-angsur terjun bebas alias harga anjlok banyak petani yang lahan ya hasil sewa modal tak kembali, yang lahan milik sendiri cuma balik modal tenaga sendiri tak terbayar lengkap penderitaan petani ibarat jatuh tertimpa tangga.

Sebahagian warga kemudian mulai alternative lain lagi ada yang mulai mencoba budidaya palawija seperti jagung dan kedelai, walau pada awalnya di Mekar Jaya pada saat transmigrasi tanaman utamanya adalah palawija namun karena sekarang adalah generasi kedua, maka para petani harus belajar untuk budidaya palawija pada musim pertama cukup menjanjikan karena masih ketemu harga yang ideal hal ini membuat warga yang lain ikut berbudidaya palawija dan ini sinergi dengan Pemerintah melalui program bantuan bibit jagung dan kedelai yang ada awalnya di janjikan plus pupuk namun tidak terealisasikan hanya bibitnya saja.

Tanaman jagung umur 20 – 30 hari pasca pemupukan

Budidaya palawija khususnya jagung memang lebih ringan di banding kedelai sehingga warga banyak melirik ke jagung walau dari segi biaya perawatan jauh lebih tinggi di banding dengan ubi kayu, untuk biaya operasional pemeliharaan jagung di luar biaya sewa lahan dan pupuk kandang membutuhkan modal di kisaran 6-8 juta cukup besar untuk petani yang habis terpuruk oleh harga karet dan ubi kayu namun karena tidak ada pilihan lain spekulasi itupun di tempuh tinggal nunggu harga komoditinya akan stabil atau sama dengan ubi kayu merosot menjelang panen.

Tanaman jagung usia 80 – 90 hari buah jagung menjelang tua (gembakar red.)

Di sini di himbau kepada Pemerintah kiranya kebijakan memberikan bantuan suatu program jangan setengah-setengah harus total dalam arti harga jual petani juga harus di jaga jangan sampai petani di jadikan kelinci percobaan terus menerus. Keadaan ini entah sampai kapan petani dapat sejahtera jangankan hasil pertanian akan di jadikan sebagai target mengentaskan kemiskinan kalau sampai harga harga komoditi petani selalu jatuh pasca panen bukan menurunkan angka kemiskinan justru pemiskinan warga yang akan terjadi dengan kata lain angka kemiskinan di tahun 2018 aka. Meningkat tajam.

Semoga Pemerintah dapat mengerti keadaan yang di rasakan petani jangan sampai petani patah semangat kalau sampai petani patah semangat semua alih profesi di luar sector pertanian bisa kita bayangkan Indonesia akan krisis pangan.

Tanaman jagung usia 100 – 120 hari menjelang panen (proses pengeringan red.)

About mekarjaya 112 Articles
Admin Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan